Kamis, 23 Mei 2013

Kebohongan-Kebohongan Maharani Suciyono Terungkap Di Sidang

Maharani Suciyono memberikan keterangan yang berbeda di persidangan setelah didesak oleh Jaksa dan Hakim dengan sejumlah pertanyaan.

Keterangannya di persidangan berbeda dengan ketika tertangkap saat bersama Ahmad Fathanah di Hotel Le Meridien tanggal 29 Januari lalu dan saat memberikan keterangan pers tanggal 2 Mei di Hotel Nalendra.

Waktu itu Maharani Suciyono menyangkal berita bahwa dia diamankan penyidik KPK di kamar hotel dalam keadaan tidak berbusana dan menyatakan uang yang diterimanya (sebesar Rp. 10 Juta) adalah uang perkenalan.

Namun saat bersaksi di persidangan, kebohongan Maharani Suciyono akhirnya terbongkar juga.

3 Kebohongan Maharani Suciyono

Saat memberikan pernyataan pers mungkin Rani bisa bersilat lidah dan membohongi publik.

Namun fakta sebenarnya terbongkar di persidangan baik melalui keterangannya sendiri maupun keterangan Penyidik KPK yang bersaksi di persidangan tersebut.

Apa saja kebohongan-kebohongan yang terungkap?

Foto Maharani Suciyono
Foto Maharani Suciyono Saat Meemberikan Pernyataan Pers

Maharani Suciyono Mengaku Kenal Ahmad Fathanah Melalui Waiters

Sebelumnya dia mengaku kenal Ahmad Fathanah melalui seorang waiters yang memberinya nomor telepon Ahmad Fathanah. Lalu Rani menghubungi nomor tersebut yang kemudian berlanjut dengan pertemuan di hotel.

Namun dalam sidang, Rani mengaku kenal langsung dengan Ahmad Fathanah di sebuah Mall, lalu keesokan harinya diajak ke hotel oleh Ahmad Fathanah.

Maharani Suciyono Mengaku Digerebek di Kafe Hotel Le Meridien

Pada keterangan pers, Maharani mengaku ditangkap bersama Ahmad Fathanah di kafe Hotel Le Meridien. Namun kesaksian Amir Arif (penyidik KPK) di persidangan menyatakan mereka ditangkap di kamar Hotel Le Meridien dalam keadaan tidak berbusana.

Maharani Suciyono Mengaku Uang 10 Juta Yang Diterimanya Adalah Uang Perkenalan.

Lagi-lagi Maharani terpaksa mengakui kebohongannya. Saat dicecar oleh Jaksa.
"Apakah uang itu diberikan kepada saudari agar mau diajak berhubungan intim?" tanya Jaksa Rum saat memeriksa kesaksian Rani.
"Iya," jawab Rani.
"Uang itu kaitannya dengan itu?"
"Iya," ujar Maharani untuk kedua kalinya.