Senin, 10 Juni 2013

Pro Kontra Film Jokowi

Film Jokowi yang pembuatannya dikabarkan menelan biaya Rp. 15 Miliar sempat menjadi perbincangan publik. Namun bukan besarnya biaya pembuatan yang membuat heboh, melainkan adanya dugaan muatan politis dalam film tersebut.

Film Jokowi

Jokowi yang saat ini menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta sendiri pernah menyatakan keberatan kisah hidupnya diangkat menjadi film karena merasa saat ini bukanlah saat yang tepat.

Pro dan kontra mengenai Film Jokowi akhirnya membuat KK Dheeraj yang memproduseri film ini angkat bicara. Dheeraj menyatakan bahwa film yang dibintangi Teuku Rifnu dan Prisia Nasution ini tak bermuatan politis sama sekali dan tak perlu dipermasalahkan.

"Setelah kami meyakinkan dan bertemu dengan Pak Jokowi, film ini pun disetujui oleh Pak Jokowi. Oleh sebab itu, kami berani ke Solo untuk promosi," kata KK Dheeraj.

Ia menambahkan, film Jokowi akan tayang di 220 bioskop di seluruh Indonesia mulai tanggal 20 Juni 2013.

Pemilik K2K mengungkapkan, film ini bakal ditayangkan sehari sebelum hari lahir Jokowi dan jelang dua hari ultah ibu kota.

"Film ini sangat inspiratif. Saya sendiri sangat mengidolakan beliau, bagaimana sosok yang besar di bantaran kali menjadi salah satu pemimpin yang berpengaruh," ungkapnya.